Sugeng Rawuh Sugeng Maos

Pages

Rabu, 06 Februari 2013

Gamelan

 
GAMELAN
Rebab

Bahan:
kayu, kawat (string), semacam kulit tipis untuk menutup lubang pada badan rebab (babat), bagian rebab atau badan rebab yang berfungsi sebagai resonator (bathokan), rambut ekor kuda yang berfungsi sebagai alat gesek (kosok) namun untuk saat ini lazim menggunakan senar plastik, dan kain yang dibordir sebagai penutup bathokan. 

Cara memainkan:
Digesek dengan alat yang disebut kosok.

Fungsi rebab:
Pamurba yatmoko atau jiwa lagu. Rebab juga sebagai pamurba lagu melalui garap melodi lagu dalam gending-gending, melaksanakan buka atau introduksi gending, senggrengan,
dan pathetan agar berbentuk suasana pathet yang akan dibawakan. Rebab juga berfungsi untuk mengiringi vokal yang dibawakan oleh ki dalang, utamanya pada lagu jenis pathetan dan sendhon.
 



Kendhang 

Kendhang asimetris bersisi dua dengan sisi kulitnya ditegangkan dengan tali dan kulit atau rotan ditata dalam bentuk ‘Y.’ Kendhang diletakkan dalam posisi horisontal pada gawangannya (plangkan).

Cara memainkan:
Ditabuh dengan jari dan telapak tangan.

Fungsi:
Menentukan irama dan tempo (menjaga keajegan tempo, menuntun peralihan ke tempo yang cepat atau lambat, dan menghentikan tabuhan gendhing (suwuk).
Di samping menetapkan irama dan tempo untuk gamelan iringan tari-tarian dan pertunjukan wayang, kendhang juga mengiringi gerakan penari atau wayang.



Gender

Bahan: 
Logam perunggu, kuningan, dan atau besi. Bahan yang paling bagus adalah perunggu. Gender dari bahan perunggu selain tampilannya menarik, bunyinya juga lebih baguskarena bahan tersebut mampu menghasilkan suara yang nyaring dan jernih bila perbandingan campuran logamnya seimbang, yakni antara tembaga dengan timah putih.
Gender terdiri dari rangkaian bilah-bilah yang disambung oleh tali yang disebut pluntur dan ditopang oleh sanggan yang terbuat dari bahan logam, bambu, dan atau tanduk binatang (sungu) yang telah dibentuk sedemikian rupa sehingga terkesan serasi dan bagus.
Untuk menghasilkan bunyi atau suara yang bagus dan tampilan indah, rangkaian bilah-bilah gender diletakkan di atas rancakan yang ditengah-tengah bagian bawahnya diberi bumbung (bahan dari bambu) dan atau logam (seng) yang berfungsi sebagai resonator. Bentuk dan ukurannya diwujudkan sedemikian rupa berdasarkan besar kecilnya bilah dan ditambah dengan asesoris serta ukir-ukiran pada rancaknya.

Cara memainkan:
Dimainkan dengan cara dipukul dengan 2 panggul gender
-->


Bonang 

Bahan:
Perunggu, kuningan, atau besi. 

Teknik memainkan atau menabuh bonang:
Dengan cara dipukul dengan alat pemukul khusus bonang. 
Teknik tabuhan terdiri dari:
a.Gembyang, yaitu cara memukul dua nada bonang yang sama secara bersama dengan jarak dengan jarak satu gembyang (oktaf),
b.Mipil, yaitu teknik memukul dua nada bonang dengan cara satu per satu secara bergantia antara tangan kiri dan tangan kanan,
c.Kempyung, yaitu teknik memukul dua nada bonang yang berbeda dengan jaraj dua nada secara bersama, dan
d.pancer, yaitu teknik memukul satu nada bonang lebih dari sekali secara terus-menerus.
 


Slenthem
 
Slenthem adalah bagian ricikan gamelan yang berbentuk bilah seperti gender, namun ukurannya lebih besar yaitu panjang dan lebarnya. Jumlah slenthem dalam satu perangkat gamelan ada dua rancak yaitu slenthem laras slendro dan slenthem laras pelog. Menurut konstruksinya, slenthem termasuk keluarga gender; malahan kadang-kadang ia dinamakan gender panembung. Tetapi slenthem mempunyai bilah sebanyak bilah  saron. Ia beroktaf paling rendah dalam kelompok instrumen saron. Seperti demung dan saron barung, slenthem memainkan lagu balungan dalam wilayahnya yang terbatas.

Cara memainkan :
Tangan kanan mengayunkan pemukulnya dan tangan kiri melakukan "patet", yaitu menahan getaran yan terjadi pada lembaran logam.
-->



Demung

Demung merupakan bagian ricikan gamelan berbentuk bilah seperti saron tetapi ukurannya lebih besar.
Dalam satu set gamelan jumlah demung minimal ada 2 rancak yakni demung laras slendro dan demung laras pelog. Dewasa ini dalam satu perangkat gamelan ageng jumlah instrumen demung sering lebih dari satu set.

Fungsi:
Sebagai pemangku lagu dalam sajian karawitas dan juga untuk tabuhan balungan gending.

-->
Cara memainkan demung:
Tangan kanan memukul wilahan / lembaran logam dengan tabuh, lalu tangan kiri memencet wilahan yang dipukul sebelumnya untuk menghilangkan dengungan yang tersisa dari pemukulan nada sebelumnya.

Saron Barung

Saron Barung merupakan bagian ricikan gamelan berbentuk bilah dengan ukuran lebih kecil daripada demung. Ada dua jenis saron yaitu saron Saron berukuran sedang dan beroktaf tinggi. Seperti demung, saron barung memainkan balungan dalam wilayahnya yang terbatas.
Pada teknik tabuhan imbal-imbalan, dua saron barung memainkan lagu jalin menjalin yang bertempo cepat. Seperangkat gamelan mempunyai satu atau dua saran barung, tetapi ada gamelan yang mempunyai lebih dan dua saron barung.
Suatu perangkat gamelan bisa mempunyai saron wayangan yang berbilah sembilan. Sebagaimana namanya menunjukkan, saron ini dimainkan khususnya untuk ansambel mengiringi pertunjukan wayang.



Saron Penerus

Saron Penerus atau peking merupakan bagian ricikan gamelan berbentuk bilah yang ukurannya lebih kecil daripada ricikan saron barung. Saron penerus merupakan ricikan yang paling kecil dan beroktaf paling tinggi. Saron panerus atau peking ini memainkan tabuhan rangkap dua atau rangkap empat lagu balungan. Lagu peking juga berusaha menguraikan lagu balungan dalam konteks lagu gendhing.

-->
Cara memainkan saron penerus:
Tangan kanan memukul wilahan / lembaran logam dengan tabuh, lalu tangan kiri memencet wilahan yang dipukul sebelumnya untuk menghilangkan dengungan yang tersisa dari pemukulan nada sebelumnya.



Kenong dan Kethuk

Kenong merupakan satu set instrumen jenis gong berposisi horisontal, ditumpangkan pada tali yang ditegangkan pada bingkai kayu. Kenong adalah instrumen kedua yang paling penting setelah gong.
Kenong membagi gongan menjadi dua atau empat kalimat kalimat kenong, atau kenongan.

Fungsi:
Menggaris-bawahi struktur gendhing, selain itu nada-nada kenong juga berhubungan dengan lagu gendhing. 

Kenong bisa memainkan nada yang sama dengan nada balungan. Kenong boleh juga mendahului nada balungan berikutnya untuk menuntun alun lagu gendhing; atau ia dapat memainkan nada berjarak satu kempyung dengan nada balungan, untuk mendukung rasa pathet. Pada kenongan bergaya cepat, dalam ayak-ayakan, srepegan, dan sampak, tabuhan kenong menuntun alur lagu gendhing-gendhing tersebut.

-->
Teknik memainkan kenong dan kethuk:
Dengan cara dipukul dengan alat pemukul yang disebut tabuh.






Kempul

Kempul adalah gong gantung berukuran kecil. 

Fungsi:
Kempul menandai aksen-aksen penting dalam kalimat lagu gendhing. Dalam hubungannya dengan lagu gendhing, kempul bisa memainkan nada yang sama dengan nada balungan; kadang-kadang kempul mendahului nada balungan berikutnya; kadang-kadang ia memainkan nada yang membentuk interval kempyung dengan nada balungan, untuk menegaskan rasa pathet.

-->
Cara memainkan:
Dipukul dengan alat pukul khusus kempul.




Gong
 
Ricikan gong khususnya menunjuk pada gong gantung berposisi vertikal, berukuran besar atau sedang.

Fungsi:
Gong menandai permulaan dan akhiran gendhing dan memberi rasa keseimbangan setelah berlalunya kalimat lagu gendhing yang panjang. Gong sangat penting untuk menandai berakhirnya satuan kelompok dasar lagu, sehingga kelompok itu sendiri (yaitu kalimat lagu di antara dua tabuhan gong) dinamakan gongan. Ada dua macam gong, yaitu gong ageng (besar) dan gong suwukan (gong siyem yang berukuran sedang). Gong ageng merupakan gong gantung besar, ditabuh untuk menandai permulaan dan akhiran kelompok dasar lagu (gongan) gendhing. Sedangkan gong suwukan (siyem) adalah Gong gantung berukuran sedang, ditabuh untuk menandai akhiran gendhing yang berstruktur pendek, seperti lancaran, srepegan, dan sampak.

Cara memainkan:
Ditabuh di tengah-tengah bundarannya (pencu) dengan tabuh bundar berlapis kain.  



Gambang
 
Gambang merupakan bagian ricikan gamelan yang terbuat dari bahan kayu berbentuk rangkaian atau deretan bilah-bilah nada yang berjumlah 20 bilah. Cara membunyikan gambang adalah dipukul dengan tabuh khusus gambang. Fungsi gambang dalam sajian karawitan sebagai pengrengga lagu. Dalam satu perangkat gamelan biasanya terdiri dari dua set gambang dalam laras slendro dan laras pelog.

-->
Cara memainkan:
Dipukul dengan tabuh khusus gambang.



Siter

Siter merupakan bagian ricikan gamelan yang sumber bunyinya adalah kawat (string).
Jenis instrumen ini dilihat dari bentuk dan warna bunyinya ada tiga macam, yaitu siter, siter penerus (ukurannya lebih kecil daripada siter), dan clempung (ukurannya lebih besar daripada siter).

Fungsi:
Siter sebagai pangrengga lagu.

Cara memainkan:
Dengan cara dipetik. 



--> Suling

Dimainkan dengan cara ditiup pada bagian yang dinamakan jamangan.



-->
Kemanak

Kemanak ditabuh dalam ansambel untuk mengiringi beberapa macam tari Bedhaya , Serimpi dan Santiswaran.
  


-->
Bedug 

Dimainkan dengan cara ditabuh.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More